Kisah Amelia, 12 Tahun Honorer Bergaji Rp400 Ribu

oleh -1.344 views
Kisah Amelia 12 Tahun Honor Bergaji Rp400 Ribu
Amelia Siska Lubis, Guru honor di SDN 050733 Tanjungpura. Foto: P-Ist

CEWEK yang satu ini bukan sekadar aktivis yang termasuk banyak menghabiskan waktunya berselancar menelusuri kejanggalan perlakuan terhadap alam dan menjadi manusia netral dalam penyelenggaraan event pesta demokrasi. Diam-diam dia rupanya seorang guru yang menganggap spesifikasi linear tak terlalu penting bagi profesinya.

“Linear atau tak linear, hidup guru tak selamanya berbayar. Hidup guru masih sebatas memuji keikhlasan dalam mengemban kepercayaan dengan penuh tanggungjawab,” katanya saat diwawancarai Primalia.id di kediamannya di Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara, Rabu (25/11), bersamaan peringatan Hari Guru Nasional.

Dia adalah Amelia Siska Lubis SPd, bungsu dari tiga bersaudara, buah perkawinan Syaiful Alamsyah Lubis dengan Nurhayati Siregar, kelahiran Tanjungpura 19 September 1989. Sang guru pengabdi selama 12 tahun di salah satu SDN di kawasan tinggalnya.

Masih belum menggenggam ijazah sarjana dari Universitas Negeri Medan (Unimed) dia telah mengabdikan ilmunya sejak Tahun 2008 di SDN itu.

“Awal mula saya menjadi guru honor mata pelajaran Bahasa Inggris. Padahal saat itu saya kuliah Jurusan Olahraga di Unimed,” terang Amelia.

Dia mengaku sejak sekolah memang tak begitu memperhatikan persoalan linear, atau jalur serupa. “Ya.. lari dari jurusan. Sejak sekolah semua tidak ada yang sejalur mulai dari SMP saya bersekolah di MTsN tamat saya melanjutkan ke sekolah SMK jurusan akuntansi,” katanya.

Melanjutkan keperguruan tinggi Amelia malah lulus pada jurusan olahraga. Mengawali karir sebagai guru honor Bahasa Inggris di SDN 050733 Tanjungpura yang kebetulan tempat dia bersekolah saat SD.

Dia mulai membagi waktu jadwal kuliah demi mengejar sebagai guru honor. “Saya mengajar hanya 2 kali seminggu, Rabu dan Sabtu. Saya juga menyesuaikan dengan pihak sekolah,” katanya.

Alhamdulillah, katanya. Semua berjalan lancar, selama dua tahun mengajar bidang studi Bahasa Inggris dia diminta untuk mengajar olahraga karena guru olahraga sekolah itu diangkat menjadi kepala sekolah di sekolah lain.